- Back to Home »
- Coretanku »
- Hilang dan Kembali
Posted by : Pena Biru
Kamis, Januari 29, 2015
Kau
tau bagaimana kehilangan sesuatu? Meskipun kau tak pernah memilikinya? Lalu, saat
ia datang lagi, apakah kehilangan itu berubah menjadi kembali?
Apa kehilangan yang
pernah kita rasakan? Cinta? Seseorang? Harta benda? Hilang satu, tumbuh seribu.
Itulah kata sakti bagi siapa saja yang merasakan dalamnya kesedihan yang
ditinggalkan oleh kehilangan. Benarkah kata sakti itu? Bisakah kembali
kehilangan itu? Entahlah, selama peluangnya masih ada, kesempatan masih
terbuka, jalan takdir dan usaha yang sebanding, bisa jadi kehilangan itu
kembali. Hidup tidak akan berubah kejam jika jawabannya tidak. Sungguh ada
suatu pengganti dibalik kehilangan itu. Pengganti yang lebih baik. Hingga
kehilangan itu tidak lagi menjadi kehilangan karena memang tidak ada
kehilangan, tidak ada kepemilikan, segalanya hanya pinjaman.
Lalu, adakah kehilangan
yang tidak kembali? Yang tidak ada pengganti? Jawabannya adalah ada. Kita
selalu menggunakannya, bahkan melupakannya, hingga kita kehilangannya dalam
perasaan menyesal. Detik-detik yang bermakna, ia bernama waktu. Tidak
sedetikpun waktu itu kembali. Jika boleh mengatakan, kehilangan terbesar bukan
pada kehilangan cinta, seseorang, ataupun harta benda, tapi kehilangan waktu. Dan
adakah kehilangan yang kita yakini bisa kapan saja kembali?
Tidak ada yang
benar-benar ada dan tidak ada pula yang benar-benar tidak ada. Seringkali kita keliru
meyakini sesuatu. Seringkali kita salah menilai keadaan. Seringkali pula kita
merasa kehilangan sesuatu. Anehnya, bagaimana bisa disebut kehilangan bahkan
sesuatu itu tak pernah seutuhnya menjadi milik kita? Bagaimana kita menjelaskan
sebuah kepergian dari suatu kehilangan? Atau bagaimana kita bisa menjelaskan
suatu kehilangan? Bahkan kita tidak pernah memiliki apapun. Juga diri kita
sendiri bukanlah milik kita. Masih kah ada hak kita untuk bersedih atas apa
yang disebut dengan kehilangan?
Tidak ada yang pernah hilang. Tidak ada yang pernah
kembali. Karena seluruhnya tidak abadi.
