Posted by : Pena Biru Kamis, Mei 26, 2016


Lima hari adalah episode-episode yang tidak terlupakan. Lima hari adalah jejak langkah yang terekam selamanya dalam ingatan. Entah akan berapa kali aku akan merindukan lima hari itu. Bersama mereka, tidak ada hari yang tidak menyenangkan.
(2-6 Mei 2016)


First day
            Pagi yang cerah. Matahari menghangatkan senyum-senyum mereka yang mengembang. Awan-awan putih bersih mengiringi perjalanan kami menuju Kaliurang. Hanya dua setengah jam, kami tiba di jalan yang tepi-tepinya ada banyak jib yang terparkir. Tempat wisata ini menawarkan perjalanan berkeliling merapi. Kami turun dari bus dan menuju penginapan yang berada pas di depan taman Kaliurang.
            Siang yang tidak terlalu gerah, seusai Dhuzur pembukaan pun dilaksanakan. Mereka diperkenalkan dengan “Dare to speak, dare to be awesome” yang mana adalah semangat untuk membuat semuanya berani bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. English camp adalah agenda belajar bahasa inggris dengan menyenangkan untuk level X SMA ABBS Surakarta. Semuanya wajib berbahasa inggris. Jika tidak, akan ada policeman yang mencatat setiap kalimat bahasa yang bukan bahasa Inggris dan mengakumulasikan denda di akhir kegiatan English camp.
            Rapat pertama tutor di Kaliurang pun tengah berlangsung. Aku masih belum percaya bahwa aku menjadi tutor untuk mengajarkan mereka english language. Hello, Im biology teacher. I was a little nervous but actually I like english. Ini seperti tantangan untuk menguji diriku sendiri. Hidup memang penuh tantangan, bukan? Bukankah tantanganlah yang akan membuat hidup kita tidak diam di tempat? Tantangan membentuk kita menjadi pribadi yang hebat. The greatest challenge in life is discovering who you are.
            Baiklah, sesi pertama dimulai, aku mulai di group 5 (female students). Temanya adalah Love and Friendship. Aku suka tema ini. Sebelum diskusi dimulai, tutor diminta bercerita tentang kisah cinta dan persahabatan. Lalu aku memilih salah satu kisah cinta paling menyedihkan dan kisah persahabatan paling menyenangkan, wkwk.
Love is a feeling. Love can make you happy, cheer up, but also can make you cry and sad. The poweful of love come from the deepest heart and will guide you to the brightness way. Remember that we have many chambers in our heart so use it well for loving our God, our parents, our friend, and someone who will together with us for the rest of ourlife.
Friend is one who support, respect, and accept you as a unique individual. Friends can come in all shapes and size, and from all walks of life. Keep in your mind that no two people are exatly alike. So, just accept your friend like you accept yourself.
            Diskusi per tim dalam group 5 pun dimulai, setiap mereka diminta curhat tentang cerita cinta dan persahabatan mereka dan mengambil kesimpulan tentang what is love and what is friendship. Dan pertanyaan yang paling keren, “What should we do if we love our friend?” Aku hanya tersenyum dan membiarkan mereka menjawab pertanyaan itu.
Second day
            Pagi yang masih seperti malam dengan dinginnya udara yang menusuk tulang, setelah sholat shubuh berjamaah, semuanya berbaris rapi di tengah jalanan yang lengang. Saatnya olahraga, menyambut hari yang lebih padat dan lebih menyenangkan. Jogging dengan ketentuan harus sembari ngobrol menggunakan bahasa Inggris dengan teman adalah olahraga pagi ini. Sampai matahari terbit, mereka berlari-lari kecil mengitari separuh jalan di samping taman Kaliurang.
            Aku mendengar banyak percakapan mereka dengan bahasa Inggris ketika mereka tengah saling meminjam barang, ketika di tengah-tengah makan, dan ketika meneriaki temannya yang tidak cepat-cepat keluar dari kamar mandi, hehe. Bahkan ketika aku di masjid pun, mereka yang sedang bermain kamera di atas menara adzan pun menyapaku dengan bahasa Inggris. Yah, mereka benar-benar dare to speak, dare to be awesome.

            Sesi keduaku adalah di group 1 (male students). Pembelajaran dimulai dengan Concentration games. Ini adalah games dengan tepukan tangan dan setiap siswa menyebutkan nama diri sendiri lalu nama temannya, contoh-Concentration-Concentration has begin-Im Afi, Afi Lutfi- Belum sempet lutfi menyebutkan nama temennya semuanya segera bersorak. Apa sih? Group ini ya benar-benar. Jika tidak bisa menyebut teman karena mungkin kaget namanya baru saja disebut, maka hukumannya adalah menempelkan stiker kupu-kupu di pipi mereka dan menyebutkan tiga karakter salah satu teman. Aku sempat salah sekali, “hayoo missnya salah” semuanya bersorak lagi. “The punisment is just for you, not me.” Bersorak lagi, “ya ampun, just for me.” Kebanyakan mereka terlalu baper #krik krik krik.
            Setelah selesai games, lalu dilanjut materi. Dan mereka diminta berpasangan dan membuat percakapan tentang hometown. Belum ada yang paham dengan perintahku, akhirnya aku meminta Soni maju ke depan and I said that imagine that Im a ten grade like you, Im from Korean and you are from Indonesia. Sorak sorai terdengar kembali, wkwk. Lalu, Tucang dan Akbar maju ke depan, ada sedikit drama di antara mereka, pura-puranya mereka tabrakan di tengah jalan lalu kenalan, “Hello, Im Tucang from Japan (beneran).” Lalu dengan sorban yang dikenakannya malah tiba-tiba beralih membicarakan Arab, aku tidak mengerti.
            Selesai di group 1, lalu Dhuha time, terus lanjut ke group 2 (male students). Temanya adalah family. Mereka diminta membuat family tree dan tiga terbaik dapat hadiah. Aku memperlihatkan foto keluargaku dan menerangkan tentangnya. Mereka pun lalu mulai menggambar dan berkreasi. Selama pengerjaan, akshaal tidak henti-hentinya membuat gaduh dan berhasil mencatatkan namanya di buka denda. Special boy ini menceritakan kisah keluarganya di depanku, tanya ini itu, berusaha menggunakan english semampu dia, yang kadang lucu lucu wagu gimana gitu, wkwk.
            Di tengah pengerjaan, Ghani datang membawa sebuah snack, ditawarkan kepadaku lalu beberapa temannya ikut maju dan meminta snack juga, aku segera menyembunyikan snack itu dan bilang “Its just for me.” Wkwk. Aku membagi tiap wafer itu menjadi dua bagian dan menyerahkan insyaallah rata pada mereka yang meminta. Thank you, Ghani, aku Cuma makan satu. Akhirnya karena Akhsaal yang tidak mau diam, waktunya habis dan tidak ada presentasi. Aku memilih Rayyan, M. Ghozy, and Ocan sebagai tiga terbaik, selamat.

            Malamnya, aku tidak dapat jatah mengajar dan hanya mengamati mereka di sesi ke 4 yang katanya paling seru karena memainkan komunikata gerak. Seusai sesi, aku berjalan-jalan keluar sebelum gerbang penginapan ditutup jam sepuluh. Gerobak-gerobak ronde pun berjajar, angkringan pun penuh pengunjung. Aku ingin ronde, dan aku bilang “just one” ketika ditanya berapa ronde yang akan aku beli. Oops, bukan Cuma aku, mereka, anak-anak pun keceplosan ngomong inggris ke para penjual dan para penjual pun hanya tersenyum dan tertawa.
Third day
            Sesi kelima dengan tema exercise, aku berada di group 3 (female students). Aku membawa banyak gambar atlet dan setiap mereka akan mendeskripsikan atlet itu. “Why must we exercise every day? What do the benefit that we get?” Mereka menjawab “To keep healthy.” Lalu aku bertanya lagi, “why? Because we do metabolism well if we exercise everyday. It can make....” Belum selesai aku menerangkan, “miss, is it biology lesson miss? Stop miss stop.” Wkwk....

            Sesi keenam aku berada  di group 4 (female students) dengan kuis family seratus. Tapi tanpa survey wkwk. Jadi di masjid, ketika gerimis kecil-kecil, dengan sedikit lelah yang sudah menghias wajah-wajah cantik mereka, aku memulai kuis itu dalam balutan tema “enviromental problem” biologi banget kan temanya? Wkwk. Hanya Afanin yang selalu benar menjawab “ya iyalah OSN biologi” hehe. Tentang penyebab dan dampak global warming, air and water pollution, and solution for enviromental problem.
            Sore hari, hampir magrib, aku baru saja keluar dari masjid setelah selesai mandi. Beberapa male students bercakap-cakap di pelataran masjid. Mereka menyapaku. Yatmo said,”miss, yesterday I saw you miss when you got out from masjid.” Dijeda napas lalu tiba-tiba suasana agak menjadi horor. “jadi miss, I saw you alone miss and I think I saw.....” Dijeda napas lagi, aku sudah tidak sabar dan akhirnya bertanya,”did you see a ghost?” Sambil menelan ludah, dan wajah yang entahlah aku tak tau bagaimana mengartikan ekspresinya. “I saw you like a senior high school miss, just like now.” Haha, sama kayak Rey kemarinnya ngomong “miss Afi is like ten grade student and miss Dhiyas is like elementary school student.” Wkwk, mending aku kan miss Dhiyas?

            Seusai Isya, di aula, diputarlah sebuah lagu, setiap mereka baik female ataupun male students mendapatkan dua kata yang tercetak dalam kertas, ketika lagu diputar mereka diminta mendengarkan liriknya dan mengangkat kertas itu ketika kata dinyanyikan. Video yang diputar berjudul “We are the world for Haiti”
Reff
We are the world. We are the children.
We are the ones who make a brighter day
So let's start giving

            Mereka satu per satu menaikkan lembar kertasnya, hingga ketika reff semua serentak mengangkat dan mengayunkan ke kanan dan ke kiri. Aku terpana melihat mereka.

Fourth day
            Hari ini jalan-jalan. Ada sebuah clue yang diberikan kepada setiap anak untuk menemukan sebuah lokasi untuk dideskripsikan. Aku dapat tempat di patung monyet. Setelah beberapa anak bertanya pada warga sekitar tentang patung monyet ini, mereka mengatakan bahwa dulu di sini banyak monyet tapi kemudian monyet-monyet itu habis populasinya dan dibangunlah patung monyet untuk mengenang mereka. What? Aku tertawa mendengar kisah tidak masuk akal itu.

            Setelah itu, saatnya masuk taman Kaliurang yang sedang dipadati banyak pengunjung karena memang sedang tanggal merah. Kami ikut antri masuk dan apa ini? taman untuk anak-anak? Wkwk. Aku hanya berfoto-foto dengan mereka. Paula said,”ayo photo with me miss, just me and you. You are always like child miss.” Hingga di tengah selfie selfie ria, rintik rintik turun dengan syahdu, membuat beberapa dari mereka berlarian menuju tempat teduh, tapi ada yang tidak merasa terganggu dan tetap berflying fox dengan riang.



            Gerimis membesar menjadi hujan deras, aku mengajak beberapa dari mereka kembali, agak basah kuyup berlari-lari keluar taman menuju penginapan. Ternyata baru aku yang sampai, guru-guru lain masih asik hujan-hujan di taman Kaliurang. Akhirnya hanya dengan beberapa siswa, mengobrol tentang hujan dan english camp. Azka said, “do you want a tea miss?” Aku mengangguk senang, ia membawakanku segelas teh hangat, wah so sweet wkwk. Di antara hujan yang mengguyur, banyak dari mereka dengan berlari dan tertawa berbasah kuyup menuju penginapan. Akh, mereka.

            Malamnya, khusus untuk mempersiapkan acara pensi esok hari. Oh my God, hampir-hampir selesai kegiatan ini. Akhirnya malam terakhir di Kaliurang tidak boleh terlewatkan, masih di antara penjual ronde, bakso dan angkringan, aku dan miss Dhiyas menjalankan sebuah misi mata-mata, wkwk. Maksudnya mengawasi mereka agar tidak aneh-aneh, halah. Duduk di kursi penjual ronde, ketemu Iqbal, Reza dan Soni tengah menikmati panasnya ronde. Soni asked,”Miss, can you play guitar?” Bukan aku yang menjawab tapi Reza, “Miss Afi can yo, hla emang kamu can play guitar Son? Man kok cant play guitar.” Dan aku menimpali, “Man kok who cant be moved.” Reza tersenyum lebar. “Hla gmana miss.....” masih dengan senyum yang lebar wkwk
Fifth day
            Sholat tahajud terakhir dengan mereka, masih diantara keinginan untuk berselimut karena dingin yang luar biasa. Tapi semangat di hari akhir masih sama membara dan bahkan lebih berapi-api untuk menyambut pagi ini. Untaian doaku yang sudah terwujud, terima kasih Allah memberikanku tempat di antara mereka. Jadikan mereka generasi keren yang membanggakan Indonesia dengan karya-karyanya. Semoga.
            Penutupan di mulai, english camp secara resmi dibubarkan. Saatnya pensi, female students mendapatkan giliran pertama. Ada kelompok yang menyanyikan sugar maroon 5 dengan sangat merdu, ada yang menampilkan drama putri salju, dan commercial break.

Selanjutnya male students, pertama adalah menampilkan lagu Bondan. Kedua commercial break yang lucu abis, iklan deodoran milik Haikal berhasil mengubah Fajar menjadi Tucang, wkwk. Lalu, penampilan Akshaal dengan flashlight yang dibikin dangdut, Oh boys, kalian berhasil membuat mr.ajung cemberut, wkwk. Ghani, luwes banget jogetnya, ckck. Terakhir ada boyband “in the jungle the mighty jungle the lions sleep to night” yang sukses bikin ketawa.

            Waktu habis. Bagaimana dengan kita miss Nia? Kita belum perform tapi acara pensi sudah ditutup? Panik, sedih, kecewa, sambil nyobek nyobek kertas, haha. Akhirnya aku inisiatif pinjem gitar Reza dan minta tetap perform dengan tanpa penonton wkwk. Male students sudah pergi ke penginapannya untuk persiapan sholat jumat kecuali Akshaal dan Reza yang masih standby di aula dan beberapa female students yang ingin nonton kami. Akhirnya tanpa latihan dengan Akshaal dan Reza, kami berempat menyanyikan Payphone maroon 5. Tepukan tangan terdengar setelah selesai, alhamdulillah wkwk. Ada bonus, lagu flashlight dan the man who cant be moved pun ditampilkan. Hehe.

            Persiapan untuk pulang, bis sudah menunggu. Selamat tinggal Kaliurang, Jogjakarta, di sinilah kami mengukir pengalaman, cerita, dan mimpi. Kenangan yang berbeda untuk masing-masing kami adalah salah satu yang terindah yang diberikan Tuhan pada kami. Belajar lah terus, berlatih lah terus, semangat lah terus, dan berkarya lah terus, Guys.




-Note-
Miss Nia, Mr Ajung, Mr Dimas, Mr Iz, and Miss Novia (Tutors) thanks untuk setiap meeting yang mengesankan, penuh debat, dan penuh ide gila, wkwk.
Miss Lisa, Miss Dhiyas, Mr Indra, Miss Lulu, Miss Anis (Instructurs) kalian luar biasa, therbaik, thanks sudah menemani untuk setiap sesi. Miss Anis yang dapat male students, sungguh hebat sekali bolak balik ke penginapan male. Miss Lisa and Miss Dhiyas yang selalu membuat semuanya jadi ceria, apalagi kalo ngomong “Waalaikumsalam miss, Makasih miss” dengan gayanya, wkwk.


           


{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. Penasaran dan ingin lngsung membuka blog ini ketika pemiliknya memintaku utk membuka blog ini. Membaca setiap baris kalimat yang ada, dan akhirnya menemukan namaku. Kufikir ada kata-kata puitis dariku yang terucap kmudian dituliskan disini, ternyata bukan kalimatku yg tertulis, tp kalimat dari salah satu murid. hehehe..lucu dan mengesankan kalimatnya.
    Keren mis tulisannya, mengingatkan masa2 english camp, unforgetable moments

    BalasHapus
  2. miss, karena terlalu banyak kata2 puitismu hingga rasanya aku bingung mau nulis yang mana. :-D
    1. Jadilah seperti laba2, yg tidak menyerah meski berulang kali jaring2 rumahnya rusak dan berulang kali pula ia membangunnya (saat upacara)
    2. Saat kami punya mimpi, saat itulah kamu akan berjuang keras dan tidak malas belajar (saat Reza tanya bagaimana agar giat belajar)
    3. Anak-anak itu sebenarnya punya bakat masing2, tdk perlu repot2 memaksa mereka untuk pandai di kimia atau biologi, mereka terlalu special untuk hanya belajar pelajaran biasa (saat english camp)
    duh banyak miss...... makasih miss :-D

    BalasHapus
  3. Wuaaaaaa....you make me spechless. Makasih mis...wa'alaikumsalam mis :D

    BalasHapus

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -