Posted by : Pena Biru Kamis, Januari 17, 2019


(sumber: dokumentasi pribadi)

Belajar itu tidak memandang besar atau kecilnya sesuatu. Kita bukan hanya belajar melalui guru, tapi kita bisa belajar dari koloni semut yang berjalan merayap di dinding, atau belajar dari metamorfosa ulat menjijikan yang berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Pun kita bisa belajar dari beragam tulisan yang kadang tidak sengaja muncul dari sebuah blog ketika kita menuliskan kata kunci pada mesin pencarian.

Menjadi Narablog
Menjadi penulis, yang mendeskripsikan senja lewat jingga atau menciptakan frasa ketika bahagia dan luka, adalah mimpiku. Saat aku tidak bisa menjelaskan sesuatu lewat ucapan, maka tulisan menjadi perwakilan yang sempurna untuk menyampaikan pesan. Rasanya menyenangkan ketika aku menulis deretan kata lewat tulisan. Aku mengekspresikan apa-apa yang aku rasa, menyampaikan apa-apa yang aku pahami, dan ingin menginspirasi lewat setiap cerita.
Salah satu media untuk mempublikasikan tulisan di era digital adalah blog. Narablog atau blogger menjadi sebutan bagi para penulis dunia blog. Blog menjadi ruang bebas bagi para narablog untuk menuliskan apa saja, dengan tambahan gambar atau video, atau tautan yang lain. Tujuan pembuatan blog pun beraneka macam, tergantung si narablog, boleh jadi lahan bisnis atau sekedar menyampaikan beragam opini terhadap sesuatu.
Peran blog di era digital tentu sangat membantu dalam penyebaran informasi. Hal ini dikarenakan blog sangat mudah diakses oleh pembaca. Hasil pencarian kata kunci melalui Google umumnya adalah beragam referensi blog yang bisa membuka wawasan pembaca. Keingintahuan pembaca terhadap sesuatu pun dapat segera dipenuhi dengan hanya membuka beberapa blog yang berkaitan dengan kata kunci.
Aku termasuk orang yang suka menulis. Blog menjadi pilihanku beberapa tahun lalu untuk menyimpan berbagai tulisanku. Tulisanku bukan tentang opini atau informasi terkini tentang suatu hal tapi mayoritas mengusung beberapa cerita kehidupan atau hanya paragraf yang penuh diksi dan metafora. Meskipun terdapat pula kategori tulisan lain seperti tulisan bertema biologi, islami, dan lainnya.
Bahan bakar menulis adalah membaca. Sepanjang perjalanan menulisku, aku sempatkan membaca beberapa buku di tengah rutinitasku setiap hari. Hal ini bertujuan agar tidak ada kemacetan yang terjadi di tengah-tengah penyelesaian tulisan. Pilihan kata menjadi beragam dan penyusunan kata menjadi lebih konsisten ketika sering membaca. Semakin sering membaca, semakin sering berlatih menulis, maka seorang narablog dapat menghasilkan tulisan yang baik.
(sumber: dokumentasi pribadi)

Aku bangga menjadi narablog karena aku mencatat sejarahku sendiri. Sejarah bukan hanya milik mereka yang dikenang sebagai pembela negara tetapi setiap manusia memiliki sejarahnya sendiri. Aku ingin menunjukkan kepada dunia bahwa aku pernah ada dan pernah berpikir melalui beragam tulisan yang kupublikasikan lewat blog. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah, menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Cerita istimewa yang membuatku bangga menjadi narablog adalah ketika aku berbagi cerita tentang kehidupan –dengan segala bentuk perjuangannya- kepada teman-temanku. Mereka menyukai ceritaku karena merasakan hal yang sama denganku dan menemukan cara bagaimana menghadapi luka, kehilangan, dan beragam kesedihan lainnya. Aku bukan motivator yang menuliskan cerita motivasi, tapi aku hanya menerjemahkan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupku melalui tulisanku.
Resolusi 2019
Setahun yang lalu, aku belum sempat menuliskan beragam cerita untuk diunggah dalam laman blogku. Hal ini karena 2018 menjadi tahun tersibuk selama aku menjadi manusia di muka bumi ini. Aku banyak kehilangan karena banyak perpisahan yang terjadi. Oleh karena itu, tahun lalu aku banyak belajar bagaimana hidup kadangkala menempatkan manusia di posisi paling sulit sehingga mengantarkan manusia pada pemahaman bahwa kehidupan memang tempat untuk berpayah-payah dalam ujian.
Seperti lirik lagu berjudul Iris milik Goo Goo Dolls, bahwa “you bleed just to know you’re alive”, ini berarti bahwa ketika kita terluka maka kita merasakan satu frasa “inilah hidup.” Aku ingin membagi banyak ceritaku kepada pembaca agar mereka tahu bahwa setiap kehidupan manusia punya jalannya masing-masing meski harus dengan terjatuh sekalipun. Aku ingin setiap tuliskan ceritaku terdapat asas makna agar bermanfaat setelah disimak para pembaca.
Oleh karena itu, aku ingin membuka lembaran baru di 2019 ini dengan banyak bermimpi. Mimpi adalah energi bagiku, seperti mentari yang memberikan arti di kehidupan ini. Mimpi membuatku bersemangat dalam meraih beragam tujuan yang membuat hidupku lebih berarti. Aku mulai membuat daftar mimpi-mimpi yang ingin kuraih tahun ini, baik mimpi untuk hidupku sendiri ataupun mimpiku yang nantinya berguna untuk orang lain.
Aku bermimpi ingin lebih produktif lagi, mulai dari menulis cerita di blog, mengikuti berbagai kompetisi cerpen, dan lain sebagainya. Setiap waktu yang sudah diberikan Tuhan pada ringkasnya hidup agaknya perlu kugunakan sebaik-baiknya untuk memproduksi banyak karya tulisan. Tulisan yang dapat bermanfaat  karena hal tersebut sama halnya menebar kebaikan kepada manusia lain.
(sumber: dokumentasi pribadi)

Terakhir, aku ingin mengajar kembali. Aku rindu menulis di papan putih dengan spidol yang bocor, menikmati ramainya diskusi siswa, dan bercerita dengan mereka tentang apa saja. Saat praktikum biologi, aku suka sekali ketika mereka terpesona dengan dunia di bawah mikroskop. Saat ulangan, aku suka melihat wajah tegang mereka ketika memandang lembar-lembar soal.
Resolusi 2019 adalah deretan rencana manusia. Rencana adalah setiap pilihan yang dituju dengan usaha dan doa. Satu dua rencana pasti berubah menjadi nyata tapi ada puluhan yang tidak. Manusia memang hanya bisa berencana tetapi pilihan terbaik hanya di genggaman Sang Maha Cinta. Selamat beresolusi, selamat bermimpi J

{ 7 komentar... read them below or Comment }

  1. Smg 2019 makin semangat ngeblognya yah kak, mantabbb lanjutkan hehe

    BalasHapus
  2. Hai mbak, salam kenal! Terima kasih atas tulisannya. Semoga terwujud resolusi 2019nya dan bisa terus produktif dalam berkarya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hello mbak nabila, salam kenal juga, terimakasih semangatnya, mbak nabila juga semangat berkarya :)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -