- Back to Home »
- Biologi »
- Sekilas Cerita tentang Louis Pasteur
Posted by : Pena Biru
Kamis, Agustus 22, 2013
Siapa yang tak tahu tokoh yang terkenal lewat labu angsanya yang
mampu menumbangkan teori abiogenesis? Ya, dialah Louis Pasteur. Bagi Anda yang
lupa atau bahkan belum tahu, cerita singkat Louis Pasteur dapat ditemukan di
bab-bab mata pelajaran Biologi. Louis Pasteur hadir sebagai seorang tokoh yang
berhasil membuktikan bahwa air nutrien yang ditempatkan di labu angsa tidak dapat
ditumbuhi mikroorganisme.
Cerita
ini aku dapatkan dari salah satu buku yang memuat materi tentang mikrobiologi. Awalnya
aku hanya ingin membunuh waktu luang sebelum kuliah dimulai dengan mengenalkan
diri pada dunia bakteri, tanpa disangka aku menemukan lima cerita singkat
sumbangan Louis Pasteur terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Pertama,
Louis Pasteur adalah penganut teori biogenesis. Biogenesis artinya teori yang
mengemukakan bahwa asal muasal makhluk hidup bukanlah dari benda mati,
melainkan dari makhluk hidup juga. Sebelum teori biogenesis berkembang, hingga
abad ke-17, orang kebanyakan percaya teori abiogenesis yang menganggap asal
usul kehidupan berasal dari benda mati. Lewat eksperimen Louis Pasteur inilah
membuktikan bahwa mikroorganisme hidup bukan dari air nutrien (benda mati),
tapi dari udara yang membawanya. Pada hasil percobaannya, air nutrien yang
ditempatkan di labu angsa tetap steril karena mikroorganisme menyangkut di labu
leher angsa. Tentu kita tidak sedang bicara agama menyangkut teori ini, tak
salah jika orang-orang yang berlogika tinggi mencoba menelusuri sejarah pertama
kalinya makhluk hidup singgah di bumi. Mau menganut paham/ teori yang mana, itu
pilihan setiap orang.
Kedua,
Louis Pasteur pernah membantu di pabrik minuman Anggur Perancis. Walaupun saat
itu ilmu mikrobiologi belum dipahami banyak orang, tetapi pembuatan Anggur di
berbagai pelosok negeri telah memanfaatkan mikroorganisme untuk olahan produk
fermentasi. Namun, masalah yang belum terpecahkan saat itu adalah hasil minuman
fermentasi dari sari anggur tidaklah selalu bagus. Dari sinilah Louis Pasteur
mengadakan serangkaian percobaan untuk meningkatkan kualitas anggur tersebut.
Hasilnya, berbagai jenis mikroba telah ditemukan lalu mikroba-mikroba tersebut
diseleksi dan yang paling baik akan dibiakkan. Pemanasan yang ideal pun
ditemukan untuk membunuh mikroba yang tidak diinginkan dan membiakkan mikroba
yang diinginkan dengan pemanasan 62,8⁰ C dalam waktu setengah jam. Inilah
yang disebut “pasteurisasi”. Saat ini kata pasteurisasi digunakan dalam arti
luas, yaitu mengacu pada pemanasan dibawah 100⁰ C guna menghasilkan produk yang sesuai
dengan harapan.
Ketiga,
Louis Pasteur juga pernah mengadakan percobaan untuk mengatasi pebrine, penyakit
yang menyerang ulat sutra sehingga merugikan industri sutra. Hasilnya, Louis
Pasteur mendapatkan Protozoa sebagai akar penyebabnya. Lalu, ia mengisolasinya
dan menyeleksi ulat baru yang kebal terhadap Protozoa tersebut sehingga
nantinya akan dibiakkan dan masalah terselesaikan.
Keempat,
Louis Pasteur juga melakukan percobaan untuk pencegahan penyakit kolera pada
ayam. Berdasarkan percobaannya, ayam yang disuntik dengan menggunakan biakan
bakteri kolera yang sudah tua akan tidak mati ketika nantinya disuntik bakteri
kolera yang masih segar. Artinya, bakteri dapat kehilangan kemampuan
menginfeksinya jika dibiakkan sekian lama dan akan menghasilkan bakteri lemah
yang dapat dijadikan sebagai pembentuk antibodi pada ayam yang sehat agar
terhindar dari penyakit tersebut. Inilah yang kemudian mendasari teknik
imunisasi.
Kelima,
seusai terkenal lewat aksinya dalam dunia bakteri, Louis Pasteur diminta oleh
orang-orang Perancis untuk membuat vaksin rabies, yaitu suatu penyakit karena
gigitan anjing/binatang lain. Dengan mengekstrak bakteri rabies anjing pada
seekor kelinci, lalu setelah kelinci
tersebut mati, urat saraf tulang belakangnya diproses dan diberikan kepada
anjing. Hasilnya air liur anjing tersebut tak berrabies lagi. Tapi hal tersebut
hanya untuk mencegah semakin meluasnya rabies, bukan menyembuhkan rabies pada
diri manusia. Sempat ragu dan takut, Louis akhirnya mencoba menyuntikkannya
pada Joseph Meister yang terkena rabies. Amazing, he is saved.
Itu sekilas cerita tentang Louis
Pasteur, bagaimana dengan ceritamu? Sudah dimulaikah usahamu untuk menyumbangkan
karya pada dunia? Jika kata“dunia” itu terlalu berat, maka setidaknya kita
memiliki semangat untuk tetap belajar dari setiap tokoh dan lebih lagi berkonrtibusi
untuk dapat bermanfaat bagi orang lain. Selamat belajar dan berkarya.
