- Back to Home »
- Coretanku »
- Berhenti Sejenak, Sejenak Berhenti
Posted by : Pena Biru
Kamis, Februari 27, 2014
Jika aku bisa (bukan berandai-andai), aku akan sejenak
berhenti
Sejenak, kuambil dua buah jarum jam dan takkan ada yang
berputar kedepan
karena kutak mau berhenti sendiri, tapi berhenti bersama
waktu
Saat berhenti, aku hanya ingin sedikit menengok diriku
Ya, untuk bertanya apa saja yang aku dapatkan dan yang telah
aku lupakan
apa saja yang masih aku jaga dan yang telah aku buang
apa saja yang masih aku inginkan dan yang telah
tersingkirkan
Sejenak, aku berhenti dengan kebodohanku ditengah
kesadaranku
Berhenti di sini, aku melihat sejenak tapakku
Selama kuretas langkah jalanan (menuju tujuan), bukan batu yang menyandungku,
tapi aku terjatuh oleh kakiku sendiri
Selama kulewati liku jalanan (menuju tujuan), bukan malam yang
membutakanku, tapi aku terjatuh oleh mataku yang tertutup
Selama kulalui terjalnya jalanan (menuju tujuan), bukan
ombak besar yang menggulingkanku, tapi aku tenggelam oleh rasa putus asa
Sejenak, berhenti itu membuatku tampak menyedihkan
Namun, aku tak berhenti untuk menumbuhkan sesal, tapi
menambal kesalahan
Kesalahan yang tak seharusnya kuulangi
Aku selalu ingin berhenti sejenak
Berhentiku bukan mati saat ini, tapi berhentiku adalah
melepaskan waktu yang seakan mencekikku dengan segenap kekhawatiran masa depan
Aku selalu ingin berhenti sejenak
Hanya untuk merasakan detak jantungku sendiri, mendengarkan
aliran udara yang memasuki rongga dadaku, dan tak mendengarkan apapun kecuali
suaraku sendiri
Hei, waktu, kau bahkan tak berniat memberikanku sejenak
itu
Kau terus saja pergi meninggalkan detikan-detikan yang takkan
bisa kembali
Kau membuatku tak bisa berhenti sejenak dan hanya
memberikanku satu pilihan
Ya, hanya satu, jika aku ingin berhenti maka itu bukan sejenak
melainkan selamanya
