Posted by : Pena Biru Minggu, April 13, 2014



Hanya mata yang aku tahu tak pernah palsu. Seperti cermin jiwa dan hati. Tak bisa berdusta layaknya kata. Mata yang bicara, bahkan untuk setiap kata yang mengelukan lidah dan mendinginkan bibir hingga tak mampu berucap. Mata yang bicara, bahkan untuk segenap rasa yang merona  disudut-sudut hati yang tak mampu terungkap. Mata yang bicara, bahkan untuk membuahkan kenangan dalam ingatan sepanjang waktu yang tak mampu dibendung lajunya.

Terkadang mata memandang segala yang jauh dan tak terjamah, membuatnya amat dekat. Tak berkedip, lama, untuk sebuah pandangan pada sesuatu yang mengagumkan. Terkadang mata menelisik segala yang dekat dan sangat tersentuh, membuatnya jelas terlihat. Tak berkedip, lama, untuk sebuah pandangan pada sesuatu yang biasa menjadi sangat luar biasa.
Mata tak kenal basa-basi karena mata hanya menghantarkan arti. Arti yang terkadang tak terwakili oleh sejuta kata yang tercipta untuk menerjemahkan rasa hati. Mata tak kenal janji karena mata selalu menepati untuk menatap hari ini. Hari ini tanpa embel-embel hari esok.
Mata bukan hanya sebuah indera penglihatan saja. Lihatlah bagaimana mata mengalirkan air mata. Mata yang menangis adalah wujud tanggapan hati yang tak kuat dalam menahan goncangan problematika. Air mata layaknya kabut segar yang membasuh perihnya mata karenanya. Maka, beninglah mata itu. Sementara mata yang berseri adalah wujud tanggapan hati yang terpenuhi geliak rasa yang menyenangkan. Menyenangkan karena tampak adanya kilauan seperti bintang yang sangat jelas terlukis diantara dua bola mata yang hitam. Maka, cerahlah mata itu.
Dalam diam, saat semua kata mati, maka mata layaknya sebuah pengganti. Tak ada perasaan cinta yang mampu benar-benar tertutupi dari tatapan mata seorang manusia. Tak ada perasaan lara yang mampu benar-benar bersembunyi dibalik tatapan mata seorang manusia. Tak perlu ada kata tanya ketika setiap mata mampu saling berkedip untuk memahami.
Memang tak semua manusia memiliki kemampuan untuk membaca sebuah tatapan mata. Tak ada yang benar-benar tahu arti sesungguhnya dari sebuah tatapan mata. Meskipun tak semua mata menyuguhkan arti, tapi tanpa disadari, lewat mata lah kata hati  dan keadaan jiwa itu terwakili.
Look your eyes on the mirror, what do you find?




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -