Posted by : Pena Biru Jumat, September 04, 2015


Muda adalah berani. Muda adalah percaya diri. Muda adalah perlawanan. Muda adalah generasi penerus. Muda adalah kita.

     Apa kabar Sinoman SAR? Wuahh, sudah berapa tahun ya aku bersosial di organisasi desa Garen tercinta ini. Pertama-tama, terima kasih untuk mas Heri yang dulu menginvate-ku untuk gabung di sini yang kira-kira waktu itu aku tengah kelas 1 SMA.  Aku ingat betul kumpulan pertama di tempatnya mbak Siti. Hehe. Hei mbak Siti, terima kasih untuk menjadi seseorang yang selalu menemani, memberi nasehat, dan tempat diskusi hingga sekarang. Saat itu, kenal deh sama ketua yang sok supel, haha. Pun ketua yang selalu berjaya sih, hehe...hello mas Hudi, terima kasih karena mengajariku banyak hal-hal baik because you’re the great leader.
    Detik berganti menit, menit berganti jam, hingga tahun-tahun berjalan begitu cepat. Layaknya komet yang jatuh, singkat tapi tidak ingin terlewatkan. Setiap moment yang mekar, canda yang terurai, cerita yang keren hingga perdebatan yang indah, bukankah semuanya milik kita. Kita yang meski hanya dipertemukan minimal sekali sebulan. Kita yang punya tradisi awal tahun untuk selalu membuat kalender,disusul perayaan ulang tahun, hingga 17an. Kita yang punya tujuan mengabdi. Kita adalah pemuda-pemudi. Pemuda-pemudi yang berkontribusi untuk desa ini melalui satu organisasi sosial.
     Syukurlah saat ini banyak sekali pemuda-pemudi baru yang bergabung di Sinoman. Semoga tetap solid. Untuk adek-adek yang baru menjajaki masa-masanya di sinoman (berasa tua banget gue), selamat datang, selamat bersosial. Bukan sok menggurui sih, hanya jadikan sinoman sebagai tempat kalian belajar. Belajar bagaimana berinteraksi, menghargai, dan menghormati orang lain. Yang terpenting jangan mudah marah, jangan mudah mengeluh, jangan mudah kecewa. Hindari mutunk jika terlibat perbedaan pendapat dan pemikiran. Bukankah perbedaan selalu bisa menjadi pelangi? Indah berwarna-warni.
      Apa sih yang paling berat ketika di sinoman? Jawabnya sepertinya mengambil keputusan. Akh, cerita selalu sama untuk masalah ini karena memang otak manusia diciptakan berbeda. Kesepakatan yang sudah diambil pun sepertinya masih belum bisa mewakili pihak kanan dan kiri. Jadi, apa salahnya bertanya, sharing, dan meminta pendapat sebelum kesepakatan diambil? Bukankah begitu mas ipung? Menjadi ketua baru yang kedatangannya seperti Thumbelina memang tidak mudah, menghadapi banyak orang, menerima kritik, semoga tetap seterong, hehe.
      Apa sih yang bisa kita dapat dari bergabung di sinoman? Jawabnya akan muncul sendiri setelah kita bertahun-tahun di sinoman dan boleh jadi berbeda-beda untuk setiap orang. Atau kalian bisa tanya saja pada mas Aan, mas Muklis, mbak Desi, atau mereka yang sudah purna tugas seperti mas Hudi, mas Sartono, dan mbak Minah.hehe.
    Walaupun labelnya organisasi sosial, tapi yang namanya virus merah jambu bisa menyerang siapapun. Berhati-hati saja bagi kamu kamu kamu yang lagi kena penyakit ini. Nggak dilarang kok hanya resiko ditanggung penumpang ya. Hehe. Eh tapi ada contoh yang berakhir bahagia kok (mbak minah&mas Sartono). Saat-saat acara sinoman ada moment romantis juga, kayak ini nih....



Eh, moment romantis nggak harus cewek cowok kan, sama temen juga bisa hlo... :D
Apalagi kalau manggil kesatria bergitar ini, tambah romantis deh, yang jaman dulu selalu dipanggil saat sinoman ngadain acara. Nah, ini dia sesi hiburannya.

Oh iya, bukan hanya belajar bersosial, di sinoman juga diajari bagaimana menggambar yang baik dan benar hlo haha...(Just kidding)

Ini acara-acara yang selalu seru dan menghibur. Peserta setianya adalah anak-anak. Anak-anak yang mungkin dulu menjadi peserta game 17an, ada juga yang kini sudah menjadi anggota Sinoman. Wuahh, generasi penerus....






     Apapun itulah, aku hanya sebatas ingin mengenang dan memberi semangat kepada kalian semua. Bahwa ini hlo sinoman. Ya, sinoman bukan tentang “dia yang rajin”, “dia yang pinter”, “dia yang kaya”, “dia yang dibutuhkan”, tapi yang benar adalah tentang “kita yang peduli”. Pertanyaannya bukan seberapa besar apa yang kita dapat di sinoman tapi seberapa besar apa yang bisa kita lakukan untuk sinoman, untuk Garen. Ya, mungkin kami yang generasi lama sudah tidak serajin dulu untuk selalu hadir di setiap kegiatan, karena satu dan lain hal, mohon maklum lah.hehe tapi kita selalu update hlo berita tentang sinoman dan insyaallah selalu siap jika dibutuhkan baik untuk sharing maupun beraksi. Maaf jika ada salah kata dalam penulisan ini. (Maaf stok fotonya hanya orang-orang dari generasai lama,hihi) Keep Fighting Spirit!!

“Sebagai bangsa, kita telah lama merdeka, tetapi masih banyak jiwa Indonesia yang belum merdeka dari perasaan, sikap, dan kebiasaan yang melemahkan kehidupan. Jangan lagi menanti keteladanan siapapun karena kita lah yang memimpin. Bergeraklah wahai pemuda. Mari kita berhenti mengeluhkan ketidakpastian masa depan dan melebihkan apa yang bisa kita lakukan hari ini.”
_Mario Teguh_


 (Salam buat mbak-mbak yang digambar, miss u so much, :D)


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -