Total Pageviews
Entri Populer
-
Rasanya masih sama, fana merah jambu yang kelabu… Pukul lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera k...
-
Sebelas derajat Celcius. Jaket tebal. Sambutan hangat. Teriakan jargon. Tolak angin yang habis. Absedon Solo. Hujan lembut di siang ha...
-
Someone ask me, why does farewell occurs in our life? “Farewell do not need understanding, but accepting…”
Followers
My Little Story Life
About Me
Categories
- Biologi (6)
- Coretanku (28)
- Islamic Center (9)
- Jalan-Jalan (11)
- Special Thing (19)
- Tentang malam (10)
Pages
Archive for Juli 2022
Membuka Jendela Kurikulum Merdeka
“Menurut
bapak ibu, apa itu kurikulum merdeka?”
Sebuah
pertanyaan dari bapak narasumber menjadi pembuka perbincangan pagi ini. Beberapa
guru mengangkat tangan, mengekspresikan jawabannya, inti jawaban mereka adalah kurikulum
merdeka itu memerdekakan siswa, bukan guru, karena guru nanti tugasnya lebih
banyak menyiapkan berbagai perangkat sehingga tidak bisa dikatakan merdeka
untuk guru.
Bapak
narasumber itu tersenyum, memberikan sebuah gambaran hamster yang berlari
kencang diputaran kandangnya. Sama seperti guru yang tidak mau berubah, guru
merasa berlari padahal tidak ke mana-mana. Kurikulum merdeka menjadi satu
awalan baik agar guru bisa berlari kencang mencapai berbagai macam tujuan.
“Kurikulum 2013
itu seperti kurang bermakna karena judulnya 2013 terekam di mindset kita,
sedangkan kurikulum merdeka nanti yang terekam adalah kata merdeka-nya dalam mindset
kita.” Bapak narasumber mengingatkan kepada guru agar guru memberikan pembelajaran
yang menyenangkan di kelas sekaligus bermakna. Bukan hanya haha hihi tapi siswa
tidak tau apa-apa, tapi pembelajaran kreatif “learning by doing” yang bermakna.
Pengalaman
bapak narasumber yang luar biasa ini mulai diurai dari awalan kurikulum merdeka
yang menjadikan bapak KH Dewantoro sebagai panutan sesungguhnya. Beliau mengatakan
bahwa ketika berkunjung ke Findlandia, negara yang populer dengan pendidikan
nomer satunya, menjadikan pendidikan KH. Dewantoro sebagai salah satu dasarnya.
Buku-buku KH.Dewantoro ada di perpus mereka. Sedangkan orang Indo sendiri
bahkan belum mengimplementasikannya.
“Pada
kurikulum merdeka ada 3 penilaian, yaitu assessment diagnostic, assessment sumatif,
dan assessment formatif.” Bapak narasumber melanjutkan pembahasan kurikulum
merdeka.
Assessment
diagnostic dilakukan oleh guru BK untuk mengidentifikasi kebiasaan dan karakter
anak selama belajar. Terdapat 3 contoh tes diagnostic, yaitu tes diagnostic kecerdasan
majemuk, tes identifikasi otak kanan-kiri, hingga tes identfikasi gaya belajar.
Hal ini urgen dilakukan sebelum memulai pembelajaran agar guru tidak
malpraktek. Jika dalam satu kelas itu diajar dengan metode yang sama tanpa
adanya identifikasi awal dari kemampuan siswa, maka pastilah itu tidak akan
membuahkan hasil belajar yang maksimal.
Contohnya
jika anak dalam satu kelas sudah diidentifikasi dengan tes gaya belajar, maka akan
ada 3 kelompok yakni kelompok audio, visual, dan kinestetik. Jadi guru harus
menerangkan satu materi dengan befokus untuk memfasilitasi ketiga kelompok tersebut,
misalnya menjelaskan secara lisan untuk kelompok audio, kemudian menjelaskan
dengan gambar atau video untuk kelompok visual, dan “by doing” untuk kelompok
kinestetik.
Assessment
sumatif dan formatif dilakukan oleh guru mapel untuk mengukur pengetauan dan
ketrampilan siswa. Salah satunya adalah UH, jika satu kelas tadi ada 3 kelompok
siswa based on gaya belajarnya maka UH yang dilakukan juga dibagi menjadi 3 berdasarkan
kelompok tersebut. Contohnya soal bentuknya narasi untuk kelompok audio, soal
bentuknya banyak gambarnya untuk kelompok visual, dan soal bentuknya prosedur
untuk yang kinestetik.
“Kurikulum
merdeka itu anak harus banyak melakukan project.” Bapak narasumber mulai mengenalkan
berbagai macam project yang telah dilakukan di sekolahnya selama setahun
kemarin.
Project mapel
Ini adalah project
yang dilakukan guru mapel yang saling berkolaborasi. Bapak narasumber mencontohkan
tentang kolaborasi project guru biologi, fisika, dan kimia dalam pembuatan aquascape.
Jadi pembuatan aquascape ini membutuhkan konsep biologi dalam perawatan biota
(ikan), kemudian membutuhkan konsep fisika untuk kelistrikannya, dan membutuhkan
konsep kimia terkait pHnya. Project mapel ini minimal 2 guru dan maksimal 4
guru. Pada awal pembelajaran guru-guru diminta presentasi untuk rencana
projectnya dan ingin berkolaborasi dengan guru mapel apa, nanti diskusi, jika
cocok maka jadi. Pameran project
dilakukan 2x setahun.
Project
profil pelajar Pancasila
Ini adalah
project yang tidak berkaitan dengan mapel tertentu tapi bertema sesuai yang
telah dicontohkan. Bapak narasumber mencontohkan tentang tema “gaya hidup
berkelanjutan” dengan 2 pilihan project bagi siswa. Salah satu pilihan
projectnya adalah menanam tanaman sayur, merawatnya, dan mengonsumsinya
(dimasak ketika pameran). Pameran dilakukan 3x setahun.
Sekiranya
begitulah intipan jendela kurikulum merdeka dari bapak narasumber yang sangat
menginspirasi dan memotivasi. Semoga guru-guru bisa memasuki rumah kurikulum
merdeka dengan nyaman dengan segala bentuk perangkat yang ada didalamnya.
Selamat mengajar guru-guru merdeka!