Total Pageviews
Entri Populer
-
Rasanya masih sama, fana merah jambu yang kelabu… Pukul lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera k...
-
Sebelas derajat Celcius. Jaket tebal. Sambutan hangat. Teriakan jargon. Tolak angin yang habis. Absedon Solo. Hujan lembut di siang ha...
-
Someone ask me, why does farewell occurs in our life? “Farewell do not need understanding, but accepting…”
Followers
My Little Story Life
Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Categories
- Biologi (6)
- Coretanku (28)
- Islamic Center (9)
- Jalan-Jalan (11)
- Special Thing (19)
- Tentang malam (10)
Pages
Archive for September 2013
Engkau, Si Bintang Barat
Langit
sore itu tak berawan, polos, dan berwarna orange. Di bagian yang disebut Barat, bulatan bola besar perlahan
merendah lalu menghilang. Senja. Senja yang selalu indah untuk menyambut malam.
Malam
itu, malam pertemuan pertama. Dalam bulan yang dikenal sebagai yang lebih baik
dari seribu malam, tanpa sengaja mataku tertuju pada suatu keganjilan. Bulatan
itu, lebih besar dari bulatan bintang-bintang lainnya. Selama hidupku ini, aku
baru menyadari kehadiranmu detik itu. Sejenak, aku terpesona. Engkau cantik. Cantik
sekali. Aku memutuskan untuk memanggilmu Bintang Barat.
Tag :
Tentang malam,
Arti Angin untuk Kehidupan
Angin
bertiup mesra membelai setiap indera yang peka. Peka bahwa angin ini membawa
arti. Arti untuk mereka yang hidup. Hidup yang hanya sebentar. Sebentar
bernafas dan setelah itu tidak. Tidak bisa lagi menikmati keindahan dan
ketidakindahan dunia. Dunia yang penuh dengan angin. Angin yang
memporakporandakan dan angin yang menyejukkan.
Tanpa
angin, dunia akan menjadi potret tanpa gerak, diam, datar, mati, dan tanpa warna.
Berwarna itu adalah ketika kita tahu bahwa angin yang memporakporandakan itu tidak
selalu melahirkan sebuah cobaan dan angin yang menyejukkan itu tidak selamanya
membuahkan ketenangan.
Tag :
Coretanku,
Scientist yang Dilematis
Manusia takkan pernah puas, ia takkan
pernah berhenti membuat sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin menjelma
menjadi sesuatu yang sangat mungkin. Dulu ketika zaman belum mengenal gadget,
manusia hanya bisa berkomunikasi langsung. Lalu, munculah alat yang dapat
digunakan berkirim pesan dari jarak jauh dan tanpa tatap muka. Terimakasih
untuk Morse, sang penemu telegram. Kini, telegram beranak pinak menjadi alat
yang lebih dan lebih canggih dengan kehadiran hape dan kawan-kawannya. Di
masa depan, mungkin bukan hanya suara,
tulisan, gambar, maupun video yang dikirim lewat gelombang elektromagnetik,
tetapi juga barang, bahkan manusia. Who knows?
Perlu diingat bahwa arti kata “science” adalah “knowledge”. Jadi “science”
atau sains bukan hanya melingkupi bidang ilmu pengetahuan alam, tetapi juga
seluruh pengetahuan di dunia yang diriset oleh para "scientist".
Tag :
Biologi,


