Total Pageviews

Entri Populer

Followers

My Little Story Life

Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Archive for 2016

Pembelajaran Protozoa Kelas X SMA



Pembelajaran Biologi Berbasis Blog
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah media dan teknologi pembelajaran
Oleh:

Afifah Putri Sari

S831608052

Kompetensi Dasar
3.6  Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan perannya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis
4.6  Melakukan investigasi tentang berbagai peran  protista dalam kehidupan dan menyajikan hasilnya  secara lisan atau tulisan

Indikator yang ingin dicapai
1.      Mengidentifikasi klasifikasi protista
2.      Mengidentifikasi ciri-ciri protista mirip hewan (protozoa)
3.      Melakukan percobaan pengamatan protista mirip hewan (protozoa)
4.      Menyusun laporan tertulis pengamatan protista meliputi ciri dan peran protista yang diamati.

Tujuan Pembelajaran
a.       Aspek Pengetahuan
·         Siswa dapat mendeskripsikan struktur morfologi spesies-spesies protozoa melalui pengamatan dan studi literatur melalui internet dengan benar.
·         Siswa dapat menganalisis peranan spesies-spesies protozoa melalui studi literatur melalui internet dengan benar.
b.      Aspek Ketrampilan
·         Siswa dapat merencanakan percobaan pengamatan protozoa dengan baik.
·         Siswa dapat melaksanakan percobaan pengamatan protozoa dengan baik.
·         Siswa dapat mengumpulkan data percobaan pengamatan protozoa dengan benar.
·         Siswa dapat menyajikan data percobaan pengamatan protozoa dengan jelas.
c.       Aspek Sikap
·         Siswa dapat aktif melakukan pengamatan protozoa melalui video yang diamati atau observasi dengan mikroskop dengan baik.
·         Siswa dapat berani mengemukakan pendapat melalui video yang diamati atau observasi dengan mikroskop dengan baik.

Model Pembelajaran: Inquiry
Sintaks 1

Apakah kalian pernah mengunjungi sawah atau danau? Apakah kalian pernah mengira bahwa terdapat mikroorganisme yang sangat beragam dan mempesona di air sawah dan danau? Lihat video di bawah ini...



Jadi apa yang dapat kalian simpulkan dari video di atas? Apa nama mikroorganisme yang ada di video tersebut? Identifikasikan yang membedakan satu dengan yang lainnya?
Berikut ini habitat-habitat dari protista






Sebelumnya kalian sudah belajar tentang materi bakteri, kalian tau apa yang membedakan antara bakteri dan protista? Lihat tabel di bawah ini.


Sintaks 2
Nah, sekarang saatnya berkelompok. Ikutilah instruksi guru untuk berkelompok Bagaimana caranya mengamati protista mirip hewan yang termasuk mikroskopik? Buatlah perencaan bagaimana cara mengamati protozoa dari rendaman air jerami dan diskusikan dengan teman sekelompokmu dengan mengisi LKPD di bawah ini
LKPD Pengamatan Protista Mirip Hewan

Sintaks 3

Lakukan percobaan untuk mengamati protozoa! Kalian akan menemukan protozoa seperti video di bawah ini. Identifikasi dan cari spesies yang kalian temukan!




Sintaks 4
Carilah referensi yang berhubungan dengan protozoa yang kamu temukan
Berikut ini beberapa referensi yang dapat digunakan, antara lain:





Link e-book terkait referensi
E-book Protozoa

Link jurnal terkait referensi
Peran Chlamydomonas
Peran Trypanosoma

Link video terkait referensi
Protozoa

Buatlah laporan resmi Praktikum Pengamatan Protozoa pada Kultur Air Jerami dengan batas waktu pengumpulan maksimal satu minggu setelah praktikum!

Sintaks 5

Protista juga dapat berperan untuk mengatasi masalah global yang terjadi sekarang ini. Energi alternatif dari protista dapat menjadi solusi penggunaan bahan bakar fosil yang sudah sangat merugikan. Bagaimana cara menghasilkan energi alternatif tersebut? Lihatlah di bawah ini!




Buatlah kesimpulan dari video yang sudah kalian lihat!
Link latihan soal
Latihan Soal online


Tag : ,

Elegi


Kau dan aku hanyalah dua manusia yang tak tau bagaimana menghabiskan malam tanpa pertanyaan. Barangkali ada banyak pertanyaan yang tersimpan, utuh dan tak tersentuh atau habis bahkan hilang tenggelam dan terlupakan. Barangkali kau dan aku hanya banyak menghabiskan diam. Berhari-hari, berbulan-bulan, hingga aku tak tau cara untuk bertanya. Dan diam itu menjadi dingin yang membekukan ruang-ruang kita.
Tag : ,

Intervensi Tuhan


Aku melirik langit sebelum pergi. Mendung. Aku tak peduli, meski basah nanti. Aku tetap akan pergi. Aku melaju dengan sangat cepat, dengan rintik-rintik air yang mulai jatuh. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa episodenya menjadi seperti ini? Aku terus berkeluh sepanjang jalan. Aku terus berkeluh karena hujan menghambat lajuku. Aku menerjang deras hujan yang turun. Bagaimana bisa aku tak akan melihatnya lagi? Akhirnya aku sampai, di depan halte yang ia katakan, dadaku berdegup luar biasa cepat. Ia terluka parah, darah membekas di kemejanya. Aku berdiri di seberang masih dengan mata yang nanar, tidak percaya, dan rasanya ingin segera pergi ke arahnya. Ia membuka matanya, melihatku terisak. Ia  kesakitan di antara hujan yang membuatnya semakin perih, ia terus memegang dadanya yang robek. Aku akan menyebrang, tunggu, kataku. Sebuah truk melintas di depanku,  semuanya menghilang, sedetik kemudian menuju ke duniaku yang sebenarnya. Halte itu kosong.
(W, 2016)
Tag : ,

Save Our Earth


I remember about the environmental book that I read a few years ago. There was a picture; Dad and son was in the edge of river. I saw the color of the river was black and across the river was builded some industries with the pollutant gases. “100 years later, you will see the beautiful garden with full of flower and butterfly across this river and the river will clean and comprise many fishes.” Dad said to the his son.

English Camp 2016


Lima hari adalah episode-episode yang tidak terlupakan. Lima hari adalah jejak langkah yang terekam selamanya dalam ingatan. Entah akan berapa kali aku akan merindukan lima hari itu. Bersama mereka, tidak ada hari yang tidak menyenangkan.
(2-6 Mei 2016)

Ketika Hujan Turun


Kata-kataku hampir-hampir habis ditelan hujan. Tidak ada yang tersisa kecuali beberapa pertanyaan saja. Tentang bagaimana dan kita. 


Ada kabut yang tertahan di bawah langit yang menangis. Memudarkan segala yang seharusnya jelas di mata. Memperlambat langkah kaki yang mencari jalan kembali. Di mana aku? Apakah aku hanya akan sekali lagi basah dan menggigil sia-sia? Ah, setidaknya aku bisa merasakannya, hujan ini, yang mengalirkan bulir-bulir yang tidak begitu deras, mengacaukan dan mengindahkan.
Hujan masih sama. Tapi cuaca yang berubah. Seperti masaku kah? Ah, jawabannya terlalu jelas. Ada rindu, yang terbawa diantara cepatnya molekul itu menuruni gradiennya. Ada warna, yang menanda di setiap dentuman lembut air itu menyapa tanah. Ada aku, yang menghancurkan hujan dengan keluhan dan pertanyaan. Ada kita, yang sama-sama kehujanan.
Aku lupa bahwa hujan punya waktu. Tidak selamanya maksudku. Hanya ketika itu, ketika petir dan payung beradu, aku membuka satu per satu lembaranku. Mengingatkanku tentang aku dan hujan di antara sedu. Membanjiriku penuh dengan milyaran rasa yang kelabu. Aku tidak sedang patah hati, karena ini bukan drama yang menguras isi hati.
Hujan tidak hanya soal sedih. Karena hujan dan mimpi adalah dekat, dekat tanpa kita diantaranya. Setiap kali hujan, sekeranjang mimpi pun mulai tumbuh. Aku bermimpi untuk dunia, duniaku maksudnya. Apa? Membuat hairdrier yang jika disemprotkan ke air maka air itu berubah jadi salju. 
Hujan masih belum reda. Apakah akan ada pelangi nantinya? Rahmat yang menjuntai jatuh, rintik-rintik ini, yang menggenang, yang mengalir, yang teresap, adalah sudah yang paling indah takdirnya. Bagaimana denganku, hujan? Ah, ambigu
Baiklah, aku meninggalkan hujan dalam senyap. Membiarkan alunan merdu hujan menjadi nyanyian tidur yang paling sempurna. Melupakan setiap detik-detik yang sungguh terlalu panjang. Mengubur pertanyaan dalam-dalam dan jauh di dasar hingga tak lagi kutemukan. Selamat malam, hujan.

22 Mei 2016






-Note-
*Ghan, Thanks to ask me when I write once again and Happy Birthday boy...... Cieee cieee cieee Hope you will be a cool and loyal person one day J

Boy, hujan berbunyi tik-tik-tik di atas genting, sama seperti lagu itu. Ah, lucunya ketika menyanyikan lagu hujan saat menjadi anak-anak. Karena kau akan tau boy, lagu hujan bahkan kata hujan yang terdengar atau tertulis nantinya akan menjadi penanda sempurna sebuah kisah, entah pilu entah ceria. Selamat berkisah, boy J
Tag : ,

Persahabatan Bagai (Lagu) Kepompong


Tidak pernah seistimewa ini. Tidak pernah sekonyol ini. Tidak pernah sepuas hati tersenyum seperti ini. Tidak pernah, benar-benar tidak pernah jika bukan karena kita adalah orang-orang yang langka. “Selama kamu mau temenan sama aku, kamu juga termasuk orang langka (EK, 2015)”

Sekian Tahun Cahaya


Beriringanlah bintang-bintang itu dalam satu takdir waktu. Bertemu kembali setelah jutaan tahun cahaya mengorbit semesta. Menciptakan percakapan yang abadi. Menorehkan senyum simpul pada masing-masing cahaya yang berkilau.

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -