Total Pageviews

Entri Populer

Followers

My Little Story Life

Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Archive for Agustus 2014

Tanpa Tanya di Jalananku


-Malam yang panjang dan berbeda. Melihat lebih jelas detik-detik yang terlewati di jalananku. Segalanya kuceritakan dalam diam di bawah atap selambu malam yang berkelip-kelip bintang. Udara malam yang aneh, terasa hambar masuk ke tenggorokan. Rasa yang baru untuk kuteguk. Tanpa tanya, aku menyukai semua yang kini ada-

            Aku tidak bertanya. Aku hanya ingin berpura-pura menutup telinga meskipun rasa ingin tahu begitu menggebu. Begitu membuncah. Begitu menarik bibirku untuk mengucap sesuatu. Seluruh dayaku akan kukerahkan untuk membuatnya membisu. Terkadang lebih baik ketika aku tidak menemukan titik. Aku takut titik itu ialah akhir sehingga tidak kutemukan kalimat selanjutnya. Jadi, aku biarkan kata-kataku melaju di jalanan panjang. Jalanan yang kubuat untuk menjadi cerita, adalah melelahkan tapi juga menyenangkan.
             Aku tidak bertanya. Aku hanya ingin bertahan. Bukan dengan seluruh jiwa dan raga, hanya dengan secuil harapan dan asa. Klise memang. Tapi hanya mencoba mejadi diri agar mengenal kata sabar. Agar menghargai setiap kata yang telah kutulis di jalananku. Agar tidak berhenti di persimpangan yang menghadangku. Agar tidak menangis ketika batu menyandung langkahku. Agar tidak mematikanku terlalu cepat.
            Aku tidak bertanya. Aku hanya ingin menunjukkan dengan ekspresiku sendiri. Seperti kopi dengan pahitnya, seperti sirup dengan manisnya, seperti bunga dengan harumnya, dan aku dengan perasaanku. Hingga kau akan mengenalku dengan beda. Tidak perlu mengingatnya, hanya tinggalkan saja dimana suatu saat kau bisa menemukannya kembali. Aku pun tetap akan  berada di jalananku.
            Aku tidak bertanya. Aku hanya ingin menyimpan seutas senyum dan sebutir perih yang pernah kuterima. Membungkusnya dalam saku hati dan tidakkan kubiarkan memudar oleh penyesalan selama jalananku masih utuh. Semuanya indah. Meski saku itu pernah basah bertahun-tahun, aku tetap berusaha mengeringkannya. Hingga sekarang, bekasnya mungkin masih ada. Masa lalu adalah bagian dariku. Seburuk apapun itu, aku tetap berharap kau tidak memicingkan matamu untuk itu ketika kau berjalan di jalananku.
            Aku tidak bertanya. Aku hanya ingin tidak seperti cuaca yang selalu berubah. Jangan menatapku, aku pun tidak sempurna. Lihatlah langit saja. Terbanglah ke angkasa sempurna, menyibak awan, menyapa mentari, berkenalan dengan rembulan, bahkan memetik bintang. Lakukanlah, hingga jika kau mengingat bumi, bisakah kau menanyakan pada dirimu, apakah aku masih terlihat?
            Aku tidak bertanya. Tidak ada hitam, tidak ada putih. Belum ada yang pasti. Aku menikmati seluruh tanya dengan semangkuk kebingungan yang bercampur dengan banyak kuah yang menghangatkan. Cerita yang lezat.

            Aku tidak bertanya. Jadi apakah kau juga tidak akan bertanya?
Tag : ,

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -