Total Pageviews
Entri Populer
-
Rasanya masih sama, fana merah jambu yang kelabu… Pukul lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera k...
-
Sebelas derajat Celcius. Jaket tebal. Sambutan hangat. Teriakan jargon. Tolak angin yang habis. Absedon Solo. Hujan lembut di siang ha...
-
Someone ask me, why does farewell occurs in our life? “Farewell do not need understanding, but accepting…”
Followers
My Little Story Life
Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Categories
- Biologi (6)
- Coretanku (28)
- Islamic Center (9)
- Jalan-Jalan (11)
- Special Thing (19)
- Tentang malam (10)
Pages
Archive for Juli 2019
Hujan yang Sumbang
Aku mendengarnya, rintik-rintik dari luar jendela. Membasah latar rumah
yang sebelumnya penuh dengan daun-daun kering. Hujan pertama, membuat mata-mata
berbinar karena telah menantinya agar menghapuskan kemarau yang dingin. Atau mata-mata
yang hanya meliriknya sebentar, lalu tidak menganggap istimewa, hujan datang,
musim berganti, begitu sederhananya. Bagiku, hujanpun tidak sempurna, kadang
merdu, banyak sumbang, mengiringi sempurna-Nya yang memandang ngeri aku yang
berjalan di bumi.
Tag :
Coretanku,
