Total Pageviews
Entri Populer
-
Rasanya masih sama, fana merah jambu yang kelabu… Pukul lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera k...
-
Sebelas derajat Celcius. Jaket tebal. Sambutan hangat. Teriakan jargon. Tolak angin yang habis. Absedon Solo. Hujan lembut di siang ha...
-
Someone ask me, why does farewell occurs in our life? “Farewell do not need understanding, but accepting…”
Followers
My Little Story Life
About Me
Categories
- Biologi (6)
- Coretanku (28)
- Islamic Center (9)
- Jalan-Jalan (11)
- Special Thing (19)
- Tentang malam (10)
Pages
Archive for November 2022
Fana Merah Jambu
Rasanya masih
sama, fana merah jambu yang kelabu…
Pukul
lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera
kembali pulang, pun aku, kamu, dan kita. Semua berubah menjadi apa adanya,
tidak ada keajaiban yang selamanya. Ia hanya sementara merembet lewat secuplik
kisah tak terekam manusia lain selain kita.
Hujan
tiba sesuai janjinya. Menderas bersama pancake yang kita nikmati berdua. Sebentar saja, setelah itu, punggungnya membasah karenaku. Ucapku, tidak ada lagi
selain meninggalkan atau ditinggalkan. Pun
kamu, melebur bersama waktu tanpa ucapan selamat tinggal.
Aku
berlari ke arah matahari menenggelamkan diri. Bersama serangkaian kereta kata
yang hanya melaju tanpa pemberhentian. Hei, doaku mengangkasa. Semoga bahagiamu
tidak pernah padam. Sudah saatnya puing ini terselesaikan, begitu juga dengan
tanya, tapi tidak pernah ada.
Langkah
ini memantrai diri. Bahwa fana merah jambu tetap menjadi sama meski waktu telah
menjadi lama. Pun meski lagu ini mengizinkanku memilih untuk tertawa dan
berdansa, tapi aku sering lelah menyibukkan diri untuk memandangi langit kala itu yang penuh
warna. Terimakasih, sudah pernah jatuh untuk senyumku.