Total Pageviews

Entri Populer

Followers

My Little Story Life

Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Archive for Juni 2026

Arafahku, Ismailku, dan Sabitku

 



--

Hari Arafah, Allah turun langsung, menyapa hamba-Nya yang tengah melangitkan doa…


Pantas saja, agar kehadiran Allah terasa sempurna, semua sandaran dunia fana ini ajaibnya dihilangkan. Hingga aku menatap langit dengan kekosongan dan kehilangan. Katanya, kekosongan dan kehilangan itu Allah akan gantikan dengan penuh lagi, penuh kedamaian yang hanya bersumber dari kesempurnaan-Nya. Sudah lama sekali rasanya, merasakan jatuh yang seperti ini, membuatku memang hanya merasa, tiada yang akan bertahan pada akhirnya karena perjalanan hidup ini hanya tentang cerita diantara aku dan Tuhanku, Allah.


Aku kehilangan sandaranku, aku menyebut sandaran itu sebagai safe place, manusia-manusia ternyaman yang biasa aku temui setiap harinya. Begitu menyenangkan hingga aku menghargai waktuku bersama mereka. Lalu pada suatu badai, perlahan terpaksa melepaskan tanganku dari genggaman mereka.  Terasa seperti musim dingin. Tidak ada matahari yang terlihat, meski tau ia masih ada dibalik lapisan atmosfer itu, hanya tidak bisa kutemui lagi di antara kepingan stellar dendrites, plates, dan needles yang jatuh membasah di lengan bajuku.


Arafahku, musim dinginku, disinilah aku akan belajar satu kali lagi, tentang melepaskan, bukankah melepaskan juga menjadi satu dari banyak cara-cara mencintai? Aku terdiam diakhir tanda tanya itu.


--

Satu hari setelah Arafah, Ismail pernah akan dikorbankan, kini semua tentang keikhlasan itu menjadi ujian pengorbanan setiap manusia dalam menjalani kehidupan


Pantas saja, bagiku -kenyamanan, jauh dari konflik, dan hanya ingin melewati hari-hari dengan versiku sendiri,- ternyata adalah ismailku, yang menjadi ujianku. Aku melangkahkan kakiku di atas salju yang menumpuk, aku tidak lupa bahwa aku sedang di musim dinginku. Aku masih berjalan, berproses, dan merasakan semuanya dalam satu waktu, satu helaan napas panjang, dan satu senyum dibalik hati yang mulai sedingin salju. Aku tidak melangitkan doa meminta sesuatu yang akan aku sesali jika dikabulkan. Maka, ijinkan aku hanya menunggu-Mu, Allah-ku, memberiku petunjuk.


Farighan, kosong, hampa, tidak ada yang tersisa, dan Al-Quran tidak menyebutnya kurang Ikhlas. Kekosongan bukan berarti berhenti merasa. Kehilangan bukan berarti tak ada rasa yang tersisa. Katanya, Allah tidak menyuruh manusia yang bersedih hatinya untuk segera baik-baik saja. Tidak perlu buru-buru untuk pulih, karena hati punya banyak lapis-lapisnya. Allah tau semua cinta berasal dari-Nya, dan kehilangan sesuatu, seseorang, atau apapun yang kita cintai, juga Allah akan tau betapa beratnya. Allah berkata “Kembalilah kepada-Ku, ditengah dukamu, dengan versimu apa adanya.”


Ismailku, semua bentuk kenyamanan, membuatku tersadar, semua itu bukan sesuatu yang menetap lama, manusia-manusia itu hanya teduh di kala hujan yang datang tiba-tiba saat terik.


--

Hari-hari berikutnya, aku melanjutkan malam dengan menatap bulan di langit, sabit tetap menjadi aku, apapun musimnya.


Aku tersenyum seperti sabit, meskipun langit siang menyembunyikan matahari, tapi langit malam tetap menampakkan bulannya di musim dingin yang terlalui. Tidak ada lagi pertanyaan, aku tidak akan bertanya kenapa semua ini harus terjadi. Aku hanya akan menjadi diriku, dengan segalaku, di sini, di malam di musim dingin. Sendiri, tanpa merasa kesepian. Tidak perlu memenangkan apapun, bertahan satu hari aja sudah luar biasa cukup untukku.


Aku tersenyum seperti sabit, meskipun hanya kecil melengkung dan sedikit cahayanya, tak sesempurna purnama, tapi ia tetap menakjubkan dengan versinya. Menjadi berbeda memang kadang dianggap tak sempurna, tapi bagiku itu tidak apa-apa. Menjadi berbeda memang tidak mudah, tapi bukan berarti menjadi seperti manusia lain adalah jawabannya. Aku akan menikmati rasa menjadi berbeda ini, di badai apapun yang terjadi.


Sabitku, semua bentuk ke-aku-anku, menjadi yang berbeda dan tidak sempurna, ia tetap kuanggap menakjubkan di malam musim dingin yang panjang yang tak berkesudahan.


--

Tag : ,

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -