Total Pageviews
Entri Populer
-
Rasanya masih sama, fana merah jambu yang kelabu… Pukul lima tiba, seperti Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan harus segera k...
-
Sebelas derajat Celcius. Jaket tebal. Sambutan hangat. Teriakan jargon. Tolak angin yang habis. Absedon Solo. Hujan lembut di siang ha...
-
Someone ask me, why does farewell occurs in our life? “Farewell do not need understanding, but accepting…”
Followers
My Little Story Life
Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
Categories
- Biologi (6)
- Coretanku (28)
- Islamic Center (9)
- Jalan-Jalan (11)
- Special Thing (19)
- Tentang malam (10)
Pages
Archive for 2013
Melukis Identitas di Zamrud Khatulistiwa
Do
you know about the country with the largest moslem’s population in the world?
The answer is Indonesia.Ya, negara
dengan julukan zamrud khatulistiwa, dengan beragam suku bangsa, budaya, dan
bahasa, Indonesia memiliki mayoritas warga yang beridentitas Islam.
Tag :
Islamic Center,
Kelip yang Hilang
Kosong, kelabu, hitam, mencekam. Langit malam indah yang biasanya
kupandang kini sama sekali berbeda. Ada yang hilang, ya kelip itu.
Tag :
Tentang malam,
Menikmati Petang di Malioboro
Di antara rintik
hujan yang mengguyur, aku turun dari kereta
dan segera menuju pintu selatan
Tugu. Sebentar lagi malam minggu, aku
ingin sejenak bersantai, meninggalkan rutinitas sementara, dan melepas rindu kepada adik
sepupuku yang kuliah di Yogyakarta.
Tag :
Jalan-Jalan,
Seperti Pohon
Pohon, ia adalah tumbuhan yang tegak di sekitar kita, menjulang
tinggi dengan batang kayu yang keras. Ya, ia harus keras, keras untuk kuat
berdiri di atas bumi. Ia mengabdikan hidup dan matinya untuk senantiasa berguna
bagi manusia.
Tag :
Coretanku,
Anugerah Terindah
Sejak
aku dilahirkan, aku tidak pernah memilihnya. Ia juga tidak pernah memilihku.
Aku dan dia berjalan di atas takdir yang sama. Kami melewati beberapa cerita
bersama. Tawa dan air mata sudah menjadi satuan perasaan yang
biasa kami lalui. Kini, sembilan belas tahun sudah kami bersama dan aku
menginginkan waktu yang lebih lama dari waktu dunia untuk terus bersamanya.
Tag :
Special Thing,
Hujan yang Lalu
Rinduku kepada
hujan adalah kenangan lalu. Bersama hujan, kutitipkan secuil ceritaku, senyumku,
perihku, sedihku, dan sesalku. Rintik yang turun selalu kembali bersama waktu.
Dan aku mencoba buta dengan hati yang terlanjur basah oleh sebab hujan.
Tag :
Coretanku,
Bahagia itu Sederhana
Tidak ada alasan untuk tidak
bahagia. Bahagia itu mudah. Semudah membalikkan tangan. Di mana saja. Kapan
saja.
Tag :
Jalan-Jalan,
Purnama Semangka
Dalam
lelah yang terlarut sendu, langit malam tetap saja tegar. Dalam senyum yang
tertelan suram, langit malam tetap saja hitam. Dalam terpaan badai yang
mengguncang, langit malam tetap saja diam. Di sana, di langit yang pekat itu,
takkan pernah ada cerita yang berubah dari ketetapan malam.
Tag :
Tentang malam,
Engkau, Si Bintang Barat
Langit
sore itu tak berawan, polos, dan berwarna orange. Di bagian yang disebut Barat, bulatan bola besar perlahan
merendah lalu menghilang. Senja. Senja yang selalu indah untuk menyambut malam.
Malam
itu, malam pertemuan pertama. Dalam bulan yang dikenal sebagai yang lebih baik
dari seribu malam, tanpa sengaja mataku tertuju pada suatu keganjilan. Bulatan
itu, lebih besar dari bulatan bintang-bintang lainnya. Selama hidupku ini, aku
baru menyadari kehadiranmu detik itu. Sejenak, aku terpesona. Engkau cantik. Cantik
sekali. Aku memutuskan untuk memanggilmu Bintang Barat.
Tag :
Tentang malam,
Arti Angin untuk Kehidupan
Angin
bertiup mesra membelai setiap indera yang peka. Peka bahwa angin ini membawa
arti. Arti untuk mereka yang hidup. Hidup yang hanya sebentar. Sebentar
bernafas dan setelah itu tidak. Tidak bisa lagi menikmati keindahan dan
ketidakindahan dunia. Dunia yang penuh dengan angin. Angin yang
memporakporandakan dan angin yang menyejukkan.
Tanpa
angin, dunia akan menjadi potret tanpa gerak, diam, datar, mati, dan tanpa warna.
Berwarna itu adalah ketika kita tahu bahwa angin yang memporakporandakan itu tidak
selalu melahirkan sebuah cobaan dan angin yang menyejukkan itu tidak selamanya
membuahkan ketenangan.
Tag :
Coretanku,
Scientist yang Dilematis
Manusia takkan pernah puas, ia takkan
pernah berhenti membuat sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin menjelma
menjadi sesuatu yang sangat mungkin. Dulu ketika zaman belum mengenal gadget,
manusia hanya bisa berkomunikasi langsung. Lalu, munculah alat yang dapat
digunakan berkirim pesan dari jarak jauh dan tanpa tatap muka. Terimakasih
untuk Morse, sang penemu telegram. Kini, telegram beranak pinak menjadi alat
yang lebih dan lebih canggih dengan kehadiran hape dan kawan-kawannya. Di
masa depan, mungkin bukan hanya suara,
tulisan, gambar, maupun video yang dikirim lewat gelombang elektromagnetik,
tetapi juga barang, bahkan manusia. Who knows?
Perlu diingat bahwa arti kata “science” adalah “knowledge”. Jadi “science”
atau sains bukan hanya melingkupi bidang ilmu pengetahuan alam, tetapi juga
seluruh pengetahuan di dunia yang diriset oleh para "scientist".
Tag :
Biologi,
Aku dan Sawah Pagi Ini
Pagi ini ada yang
berbeda dari pagi-pagiku sebelumnya. Matahari belum terbit, aku diajak bapak
untuk jogging. Bukan jalanan aspal yang kulalui, tetapi jalanan rumput yang
membentang di pertengahan sawah. Wah, kapan terakhir kali aku lewat sini? Yang
kuingat ketika aku MI, aku pernah mengantarkan minuman kepada bapak, mbah, dan
pakdheku yang tengah menggarap sawah. Selanjutnya aku tak pernah datang lagi
menjenguk sawah-sawah ini. Aku hanya suka melihat hijaunya saat aku melintasi
jalanan aspal.
Aku memandang langit
yang sudah beranjak biru dengan semburat awan yang tampak merah muda. Lihat!
Masih ada seperempat bulan yang berdimensi tiga menggantung dan bercahaya. Aku
memandang sekitar, embun berselimut tipis dan seakan masih malas menguap,
membuat suasana udara pagi menjadi sangat menyegarkan. Apalagi berjalan di
sini, diantara lahan-lahan yang sedang ditumbuhi Oryza sativa yang masih
muda dengan akar-akar yang tenggelam dalam genangan air. Ini musim kemarau, tak
kusangka masih ada persediaan air untuk sawah-sawah ini, kata bapakku air ini
didistribusi langsung dari Waduk Cengklik.
Tag :
Jalan-Jalan,
Sekilas Cerita tentang Louis Pasteur
Siapa yang tak tahu tokoh yang terkenal lewat labu angsanya yang
mampu menumbangkan teori abiogenesis? Ya, dialah Louis Pasteur. Bagi Anda yang
lupa atau bahkan belum tahu, cerita singkat Louis Pasteur dapat ditemukan di
bab-bab mata pelajaran Biologi. Louis Pasteur hadir sebagai seorang tokoh yang
berhasil membuktikan bahwa air nutrien yang ditempatkan di labu angsa tidak dapat
ditumbuhi mikroorganisme.
Cerita
ini aku dapatkan dari salah satu buku yang memuat materi tentang mikrobiologi. Awalnya
aku hanya ingin membunuh waktu luang sebelum kuliah dimulai dengan mengenalkan
diri pada dunia bakteri, tanpa disangka aku menemukan lima cerita singkat
sumbangan Louis Pasteur terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Tag :
Biologi,
Keelokan Langit Ramadhan
Pukul empat pagi, berangkat dari ketidaksengajaan, aku menengok
langit kala itu. Langit pagi itu masih gelap, masih hitam. Tapi, ada yang berbeda
dari langit-langit sebelumnya. Langit pagi itu begitu tampak indah,
mengagumkan, membuat siapa saja yang memandangnya pasti seakan tak percaya,
menebak-nebak alasan terjadinya, dan bahkan mampu membuat senyum syukur yang
tak terkira.
Apa
sih yang terjadi di langit pagi tepat tanggal 29 JULI 2013? Kata scientist, ini
disebut fenomena halo. Beberapa waktu lalu, pernah juga matahari terkelilingi
lingkaran seperti pelangi. Halo adalah peristiwa terefraksi dan terefleksinya
kristal-kristal es pada awan akibat adanya paparan cahaya.
Tag :
Tentang malam,
Science House for Kids
Akhir Februari 2013, program Science
house dinyatakan lolos oleh Dikti. Awalnya aku menolak ikut bergabung di
program ini karena waktu di Biologi yang tak bersahabat, tapi karena dorongan
dan ajakan yang terus bergulir dari temenku itu, akhirnya bukan dengan berat
hati, aku menerimanya :D. Ada empat orang selain aku, mereka adalah Alifuhrijat, Dhini, Hanik, dan Yulaeka. Kami
mengajarkan sains dengan teori dan percobaan sederhana kepada anak-anak TPA di
Wonorejo. Pertemuan diadakan satu minggu sekali, hari sabtu sore sekitar pukul
16.00 WIB. Anak-anak diberikan teori pengantar terlebih dahulu lalu
dikelompokkan dan rolling untuk setiap pos percobaan.
Tag :
Special Thing,
CAEM - Menelusuri Jejak-jejak Solo Masa Lalu
Kira-kira
empat tahun lalu, tepat ketika aku duduk dibangku kelas sebelas, sebuah buku
panduan berjudul “Mencintai Solo Masa Lalu untuk Solo Masa Depan” dibagikan
guru sejarah kepada setiap siswa. Seperti
biasa, beberapa siswa masih menerapkan budaya copas internet tanpa perlu
repot-repot investigasi lapangan. Berbeda dengan mereka, kelompokku cukup
semangat untuk mengerjakan tugas tersebut :D, ya kami adalah Cantika, Afifah, Elok,
dan Meivi (CAEM). Sepanjang perjalanan “sejarah” inilah persahabatan kami mulai
terjalin.
Perjalanan
pertama adalah Museum Samanhoedi yang terletak di Kampung Batik Laweyan Solo.
Pagi itu, tak tampak pengunjung selain kami. Museum Samanhoedi hanya berukuran mini.
Tak banyak yang kami temui di sana, terdapat foto-foto serta tulisan tentang
cerita hidup KH Samanhoedi. Selain foto-foto yang terpajang, terdapat beberapa
peralatan batik yang juga dipamerkan.
Tag :
Special Thing,













