Total Pageviews

Entri Populer

Followers

My Little Story Life

Secuil cerita yang tertulis akan lebih berarti jika dibagi daripada hanya menyimpannya sendiri :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Archive for 2013

Melukis Identitas di Zamrud Khatulistiwa



       Do you know about the country with the largest moslem’s population in the world? The answer is Indonesia.Ya, negara dengan julukan zamrud khatulistiwa, dengan beragam suku bangsa, budaya, dan bahasa, Indonesia memiliki mayoritas warga yang beridentitas Islam.

Menikmati Petang di Malioboro



            Di antara rintik hujan yang mengguyur, aku turun dari kereta  dan segera  menuju pintu selatan Tugu.  Sebentar lagi malam minggu, aku ingin sejenak bersantai, meninggalkan rutinitas sementara, dan melepas rindu kepada adik sepupuku yang kuliah di Yogyakarta.
Tag : ,

Seperti Pohon



                Pohon, ia adalah tumbuhan yang tegak di sekitar kita, menjulang tinggi dengan batang kayu yang keras. Ya, ia harus keras, keras untuk kuat berdiri di atas bumi. Ia mengabdikan hidup dan matinya untuk senantiasa berguna bagi manusia.
Tag : ,

Anugerah Terindah


            Sejak aku dilahirkan, aku tidak pernah memilihnya. Ia juga tidak pernah memilihku. Aku dan dia berjalan di atas takdir yang sama. Kami melewati beberapa cerita bersama. Tawa dan air mata  sudah menjadi satuan perasaan yang biasa kami lalui. Kini, sembilan belas tahun sudah kami bersama dan aku menginginkan waktu yang lebih lama dari waktu dunia untuk terus bersamanya.

Hujan yang Lalu



         Rinduku kepada hujan adalah kenangan lalu. Bersama hujan, kutitipkan secuil ceritaku, senyumku, perihku, sedihku, dan sesalku. Rintik yang turun selalu kembali bersama waktu. Dan aku mencoba buta dengan hati yang terlanjur basah oleh sebab hujan.
Tag : ,

Purnama Semangka




Dalam lelah yang terlarut sendu, langit malam tetap saja tegar. Dalam senyum yang tertelan suram, langit malam tetap saja hitam. Dalam terpaan badai yang mengguncang, langit malam tetap saja diam. Di sana, di langit yang pekat itu, takkan pernah ada cerita yang berubah dari ketetapan malam.

Engkau, Si Bintang Barat



          Langit sore itu tak berawan, polos, dan berwarna orange. Di bagian yang disebut Barat, bulatan bola besar perlahan merendah lalu menghilang. Senja. Senja yang selalu indah untuk menyambut malam.
            Malam itu, malam pertemuan pertama. Dalam bulan yang dikenal sebagai yang lebih baik dari seribu malam, tanpa sengaja mataku tertuju pada suatu keganjilan. Bulatan itu, lebih besar dari bulatan bintang-bintang lainnya. Selama hidupku ini, aku baru menyadari kehadiranmu detik itu. Sejenak, aku terpesona. Engkau cantik. Cantik sekali. Aku memutuskan untuk memanggilmu Bintang Barat.

Arti Angin untuk Kehidupan




            Angin bertiup mesra membelai setiap indera yang peka. Peka bahwa angin ini membawa arti. Arti untuk mereka yang hidup. Hidup yang hanya sebentar. Sebentar bernafas dan setelah itu tidak. Tidak bisa lagi menikmati keindahan dan ketidakindahan dunia. Dunia yang penuh dengan angin. Angin yang memporakporandakan dan angin yang menyejukkan.
            Tanpa angin, dunia akan menjadi potret tanpa gerak, diam, datar, mati, dan tanpa warna. Berwarna itu adalah ketika kita tahu bahwa angin yang memporakporandakan itu tidak selalu melahirkan sebuah cobaan dan angin yang menyejukkan itu tidak selamanya membuahkan ketenangan.
Tag : ,

Scientist yang Dilematis




            Manusia takkan pernah puas, ia takkan pernah berhenti membuat sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin menjelma menjadi sesuatu yang sangat mungkin. Dulu ketika zaman belum mengenal gadget, manusia hanya bisa berkomunikasi langsung. Lalu, munculah alat yang dapat digunakan berkirim pesan dari jarak jauh dan tanpa tatap muka. Terimakasih untuk Morse, sang penemu telegram. Kini, telegram beranak pinak menjadi alat yang lebih dan lebih canggih dengan kehadiran hape dan kawan-kawannya. Di masa  depan, mungkin bukan hanya suara, tulisan, gambar, maupun video yang dikirim lewat gelombang elektromagnetik, tetapi juga barang, bahkan manusia. Who knows?
Perlu diingat bahwa arti kata “science” adalah “knowledge”. Jadi “science” atau sains bukan hanya melingkupi bidang ilmu pengetahuan alam, tetapi juga seluruh pengetahuan di dunia yang diriset oleh para "scientist".
Tag : ,

Aku dan Sawah Pagi Ini



           
         Pagi ini ada yang berbeda dari pagi-pagiku sebelumnya. Matahari belum terbit, aku diajak bapak untuk jogging. Bukan jalanan aspal yang kulalui, tetapi jalanan rumput yang membentang di pertengahan sawah. Wah, kapan terakhir kali aku lewat sini? Yang kuingat ketika aku MI, aku pernah mengantarkan minuman kepada bapak, mbah, dan pakdheku yang tengah menggarap sawah. Selanjutnya aku tak pernah datang lagi menjenguk sawah-sawah ini. Aku hanya suka melihat hijaunya saat aku melintasi jalanan aspal.
         Aku memandang langit yang sudah beranjak biru dengan semburat awan yang tampak merah muda. Lihat! Masih ada seperempat bulan yang berdimensi tiga menggantung dan bercahaya. Aku memandang sekitar, embun berselimut tipis dan seakan masih malas menguap, membuat suasana udara pagi menjadi sangat menyegarkan. Apalagi berjalan di sini, diantara lahan-lahan yang sedang ditumbuhi Oryza sativa yang masih muda dengan akar-akar yang tenggelam dalam genangan air. Ini musim kemarau, tak kusangka masih ada persediaan air untuk sawah-sawah ini, kata bapakku air ini didistribusi langsung dari Waduk Cengklik.
Tag : ,

Sekilas Cerita tentang Louis Pasteur


               
           Siapa yang tak tahu tokoh yang terkenal lewat labu angsanya yang mampu menumbangkan teori abiogenesis? Ya, dialah Louis Pasteur. Bagi Anda yang lupa atau bahkan belum tahu, cerita singkat Louis Pasteur dapat ditemukan di bab-bab mata pelajaran Biologi. Louis Pasteur hadir sebagai seorang tokoh yang berhasil membuktikan bahwa air nutrien yang ditempatkan di labu angsa tidak dapat ditumbuhi mikroorganisme.
Cerita ini aku dapatkan dari salah satu buku yang memuat materi tentang mikrobiologi. Awalnya aku hanya ingin membunuh waktu luang sebelum kuliah dimulai dengan mengenalkan diri pada dunia bakteri, tanpa disangka aku menemukan lima cerita singkat sumbangan Louis Pasteur terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Tag : ,

Keelokan Langit Ramadhan


         Pukul empat pagi, berangkat dari ketidaksengajaan, aku menengok langit kala itu. Langit pagi itu masih gelap, masih hitam. Tapi, ada yang berbeda dari langit-langit sebelumnya. Langit pagi itu begitu tampak indah, mengagumkan, membuat siapa saja yang memandangnya pasti seakan tak percaya, menebak-nebak alasan terjadinya, dan bahkan mampu membuat senyum syukur yang tak terkira.
        Apa sih yang terjadi di langit pagi tepat tanggal 29 JULI 2013? Kata scientist, ini disebut fenomena halo. Beberapa waktu lalu, pernah juga matahari terkelilingi lingkaran seperti pelangi. Halo adalah peristiwa terefraksi dan terefleksinya kristal-kristal es pada awan akibat adanya paparan cahaya.

Science House for Kids


          


            Akhir Februari 2013, program Science house dinyatakan lolos oleh Dikti. Awalnya aku menolak ikut bergabung di program ini karena waktu di Biologi yang tak bersahabat, tapi karena dorongan dan ajakan yang terus bergulir dari temenku itu, akhirnya bukan dengan berat hati, aku menerimanya :D. Ada empat orang selain aku, mereka adalah  Alifuhrijat, Dhini, Hanik, dan Yulaeka. Kami mengajarkan sains dengan teori dan percobaan sederhana kepada anak-anak TPA di Wonorejo. Pertemuan diadakan satu minggu sekali, hari sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Anak-anak diberikan teori pengantar terlebih dahulu lalu dikelompokkan dan rolling untuk setiap pos percobaan.

CAEM - Menelusuri Jejak-jejak Solo Masa Lalu




            Kira-kira empat tahun lalu, tepat ketika aku duduk dibangku kelas sebelas, sebuah buku panduan berjudul “Mencintai Solo Masa Lalu untuk Solo Masa Depan” dibagikan guru sejarah kepada setiap siswa.  Seperti biasa, beberapa siswa masih menerapkan budaya copas internet tanpa perlu repot-repot investigasi lapangan. Berbeda dengan mereka, kelompokku cukup semangat untuk mengerjakan tugas tersebut :D, ya kami adalah Cantika, Afifah, Elok, dan Meivi (CAEM). Sepanjang perjalanan “sejarah” inilah persahabatan kami mulai terjalin.
            Perjalanan pertama adalah Museum Samanhoedi yang terletak di Kampung Batik Laweyan Solo. Pagi itu, tak tampak pengunjung selain kami. Museum Samanhoedi hanya berukuran mini. Tak banyak yang kami temui di sana, terdapat foto-foto serta tulisan tentang cerita hidup KH Samanhoedi. Selain foto-foto yang terpajang, terdapat beberapa peralatan batik yang juga dipamerkan.

- Copyright © Pena Biru - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -